Disaat Emosi Olahraga Bisa Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Hati-hati saat Berolahraga! Melalui suatu temuan baru dari penelitian di Kanada, didapat bahwa 2 pemicu kuat terjadadinya serangan jantung ialah mood yang buruk dan aktivitas olahraga yang berat. Terlebih lagi jika kedua faktor tersebut dilakukan secara berbarengan atau dalam waktu yang sama, tentu akan sangat berbahaya dan risikonya bertambah tinggi.

Tidak jarang juga kegiatan olahraga berat dijadikan sebagai pelarian saat kondisi emosi tengah memanas. Entah apapun alasannya, perlu kita ketahui bahwa hal tersebut tidaklah baik! Dalam studi ini diperoleh hasil analisis dari 12.000 orang dewasa berusia rata-rata 58 tahun sebagai survivor serangan jantung, yang demografinya telah tersebar di 52 negara.

Dikatakan oleh kepala penelitian, Andrew Smyth, MD, PhD dari University of McMaster, Kanada “Mereka diberi kuisioner setelah mengalami kasus serangan jantung, yang menanyakan tentang apakah kala itu mereka habis melakukan latihan berat sampai menguras habis tenaga. Lalu bagaimana kondisi emosi mereka pada saat itu. Aktivitas yang dilakukan ketika jam yang sama, begitu juga aktivitas sehari sebelum serangan terjadi.”

Lalu setelah semua hasilnya dibandingkan, diperoleh dan disimpulkan para peneliti bahwa latihan fisik yang sangat berat diasosiasikan menjadi 2 kali lipat risiko terjadinya serangan jantung. Begitu juga halnya saat seseorang sedang marah. Kombinasi dari keduanya itu menghasilkan bahaya yang lebih besar lagi, yakni mampu meningkatkan risiko lebih dari 3 kali lipat.

Para survivor atau responden tidak dicek BMI (body mass index), apakah seorang perokok atau tidak, apakah pernah mengonsumsi obat pemicu kondisi jantung, tekanan darah, atau masalah kesehatan lainnya.

Andrew menjelaskan, “Tekanan darah dapat meningkat akibat latihan yang berat dan juga karena kondisi marah, serta juga bisa mengurangi pasokan darah ke jantung, dan mengubah aliran darah.”

Ditambahkan, “Penelitian ini bukan semata-mata untuk membuat orang takut atau gentar ketika hendak berolahraga berat, namun hal ini sebagai peringatan saja.”

Pada umumnya latihan berat sangat bermanfaat bagi jantung. Kegitan olahraga dengan intensitas tinggi bisa memberi keuntungan lebih ketimbang hanya dengan latihan olahraga ringan saja. Disarankan bagi seseorang yang sedang marah atau dalam kondisi yang tidak stabil dan hendak menyalurkannya melalui kegiatan olahraga, maka ada baiknya untuk tidak melakukan latihan yang ekstrem.

Yang disebut sebagai ekstrem itu subjektif. Tergantung sejauh mana kemampuan orang tersebut, bahkan lari 3 km pun dapat dikatakan sebagai ekstrem untuk orang yang memang jarang berolahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *